KONAWE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Konawe Bulan Juli 2026 dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BPS Kabupaten Konawe, Rabu (3/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si., Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Hortikultura, dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pimpinan Perum Bulog Cabang Konawe, Dinas Perikanan, Kepala Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, Ketua Tim Statistik Harga BPS Kabupaten Konawe beserta tim, Inspektur Wilayah I, Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Konawe, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, dan seluruh perangkat daerah dalam mendukung penyediaan data statistik yang akurat serta upaya pengendalian inflasi melalui pemantauan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara berkala.
Dalam pemaparannya, Kepala BPS Kabupaten Konawe, Ade Ida Mane, S.St., M.Si., menyampaikan bahwa pada Juli 2026 Kabupaten Konawe mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 1,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,40.
Inflasi tahunan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,50 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,35 persen; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 5,78 persen; transportasi 5,88 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 3,59 persen; pendidikan 1,38 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,07 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,23 persen.
Sementara itu, terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,65 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,38 persen. Adapun kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tercatat tidak mengalami perubahan indeks dibandingkan periode sebelumnya.
Data perkembangan IHK dan inflasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Konawe, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat dalam memahami dinamika harga barang dan jasa, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengendalian inflasi di daerah.
BPS Kabupaten Konawe menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan data statistik yang berkualitas, akurat, dan terpercaya sebagai landasan perencanaan, evaluasi, serta pengambilan kebijakan pembangunan guna mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Konawe.
Kominfo News Network
[Tim Dokumentasi dan Publikasi Diskominfo]
Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini. Kominfo – 0823-5711-2313
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si., Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Hortikultura, dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pimpinan Perum Bulog Cabang Konawe, Dinas Perikanan, Kepala Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, Ketua Tim Statistik Harga BPS Kabupaten Konawe beserta tim, Inspektur Wilayah I, Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Konawe, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, dan seluruh perangkat daerah dalam mendukung penyediaan data statistik yang akurat serta upaya pengendalian inflasi melalui pemantauan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara berkala.
Dalam pemaparannya, Kepala BPS Kabupaten Konawe, Ade Ida Mane, S.St., M.Si., menyampaikan bahwa pada Juli 2026 Kabupaten Konawe mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 1,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,40.
Inflasi tahunan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,50 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,35 persen; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 5,78 persen; transportasi 5,88 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 3,59 persen; pendidikan 1,38 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,07 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,23 persen.
Sementara itu, terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,65 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,38 persen. Adapun kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tercatat tidak mengalami perubahan indeks dibandingkan periode sebelumnya.
Data perkembangan IHK dan inflasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Konawe, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat dalam memahami dinamika harga barang dan jasa, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengendalian inflasi di daerah.
BPS Kabupaten Konawe menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan data statistik yang berkualitas, akurat, dan terpercaya sebagai landasan perencanaan, evaluasi, serta pengambilan kebijakan pembangunan guna mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Konawe.
Kominfo News Network
[Tim Dokumentasi dan Publikasi Diskominfo]
Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini. Kominfo – 0823-5711-2313
#KegiatanKelurahan
#KelurahanTobeu
Lihat Semua Berita